Senin, 13 Mei 2013

Amalan dan Doa Bulan Rajab


Amalan dan zikir berikut ini berdasarkan hadis-hadis dari Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa). Disarikan dari kitab Mafatihul Jinan (kunci-kunci surga), bab 2 tentang amalan di bulan Rajab.
Di bulan Rajab terdapat amalan khusus dan amalan umum. Amalan khusus adalah amalan yang dilakukan pada hari atau malam tertentu di bulan Rajab. Adapun amalan umum adalah amalan yang dilakukan selama di bulan Rajab. Amalannya sebagai berikut:
Pertama:
Rasulullah saw juga bersabda: “Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi ummatku, maka hendaknya mereka memperbanyak istighfar di dalamnya.” Yakni:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ
Astaghfirullâha wa atûbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya
Kedua: Dalam suatu riwayat disebutkan: Bagi yang tidak mampu berpuasa agar memperoleh pahala puasa di bulan Rajab, maka hendaknya setiap hari ia membaca tasbih berikut 100 kali:
سُبْحَانَ اْلاِلَهِ الْجَلِيلِ، سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلاَّ لَهُ، سُبْحَانَ اْلأَعَزِّ اْلاَكْرَمِ، سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَهُوَ لَهُ اَهْلٌ
Subhânal ilâhil jalîl, subhâna Man lâ yanbaghit tasbîhu illâ lahu, subhânal a’azzil akram, subhâna Man labisal ‘izzi wa huwa lahu ahlun.
Mahasuci Tuhan Yang Maha Agung, Mahasuci yang tak layak bertasbih  kecuali kepada-Nya, Mahasuci Yang Maha Agung dan Maha Mulia, Mahasuci Yang Menyandang keagungan dan hanya Dia yang layak memilikinya.
Ketiga: Membaca:
يَا ذَا الْجَلالِ وَاْلاِكْرَامِ، يَا ذَا النَّعْمَاءِ وَالْجُودِ، يَا ذَا الْمَنِّ وَالطَّوْلِ، حَرِّمْ شَيْبَتِي عَلَى النَّارِ
Yâ Dzal jalâli wal-ikrâm, yâ Dzan na’mâi wal-jûd, yâ Dzal manni wath-thawl, harrim syaibatî `alan nâri.
Wahai Yang Maha Agung dan Maha Mulia, wahai Pemilik kenikmatan dan kedermawanan, wahai Pemilik anugerah dan karunia, selamatkan putihnya rambutku dari api neraka.
Keempat: Rasululah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Istighfar berikut sebanyak 100  kali dan mengakhirnya dengan bersedekah, Allah akan mengakhirinya dengan rahmat dan maghfirah. Barangsiapa yang membacanya 400 kali, Allah memcatat baginya pahala 100 syuhada’:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ لا اِلهَ إِلاّ هُوَ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ
Astaghfirullâha lâilaha illa Huwa wahdahu lâ syarîkalah, wa atûbu ilayh.
Aku memohon ampun kepada Allah, tiada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Esa, Yang tiada sekutu bagi-Nya, aku bertaubat kepada-Nya.”
Kelima: Membaca Lailâha illallâh (1000 kali).
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca di bulan Rajab Lâilâha illallâh sebanyak seribu kali , Allah mencatat baginya seratus ribu kebaikan dan membangunkan baginya seratus kota di surga.”
Keenam:  membaca  Astaghfirullâh wa atûbu ilayh, pagi dan sore sebanyak (70 kali), dan diakhiri dengan membaca doa:
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لي وَتُبْ عَلَيَّ
Allâhummaghfirlî wa tub `alayya
Ya Allah, ampuni aku dan bukakan pintu taubat bagiku.
Dalam suatu hadis dikatakan: Barangsiapa yang membaca Istighfar pagi dan sore sebanyak 70 kali dan kemudian diakhiri dengan doa tersebut dengan mengangkat tangannya, jika ia mati di bulan Rajab matinya diridhai oleh Allah dan tidak disentuh oleh api neraka karena berkah bulan Rajab.
Ketujuh: membaca istighfar berikut sebanyak seribu kali agar diampuni dosanya oleh Allah Yang Maha Penyayang:
اَسْتَغْفِرُ اللهَ ذَا الْجَلالِ وَالاِْكْرامِ مِنْ جَميعِ الذُّنُوبِ وَالاثامِ
Astaghfirullâha Dzal jalâli wal-ikrâm min jamî`idz dzunûbi wal-âtsâm
Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia dari semua dosa dan kesalahan.
Kedelapan: membaca Surat Al-Ikhlash sebelas ribu kali atau seribu kali atau seratus kali.
Dalam suatu riwayat dikatakan: “Barangsiapa yang membaca Surat Al-Ikhlash seratus kali pada hari Jum’at bulan Rajab, ia akan memperoleh cahaya yang mengantarkan ke surga.”
Kesembilan: Dalam suatu hadis disebutan: “Barangsiapa yang berpuasa sehari di bulan Rajab, dan melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam). Rakaat pertama setelah Fatihah membaca ayat Kursi seratus kali, dan rakaat kedua setelah Fatihah membaca Surat Al-Ikhlash dua ratus kali, maka saat matinya ia akan menyaksikan tempatnya di surga atau diperlihatkan kepadanya.”
Kesepuluh: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang melakukan shalat sunnah empat rakaat (2 kali salam) pada hari Jum’at di bulan Rajab antara shalat Zuhur dan Ashar; setiap rakaat  setelah Fatihah membaca ayat Kursi tujuh kali dan Surat Al-Ikhlash, kemudian sesudah salam membaca Astaghfirullâhalladzî lâilâha illâ Huwa wa as-aluhut tawbah (10 kali), Allah mencatat baginya dari hari itu (hari ia melakukan shalat) sampai hari kematiannya setiap hari seribu kebaikan; memberinya untuk setiap ayat yang ia baca satu kota di surga dari yaqut merah; untuk setiap hurufnya satu istana di surga dari mutiara; diberinya pasangan bidadari dan diridhai tanpa sedikitpun murka; dan Allah mencatatnya sebagai orang-orang ahli ibadah, dan mengakhiri hidupnya dengan kebahagiaan dan pengampunan yang terbaik.”
Kesebelas: Puasa tiga hari: hari kamis, Jum’at dan Sabtu.
Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang berpuasa pada Kamis, Jum’at dan Sabtu di bulan-bulan yang mulia, Allah mencatat baginya ibadah sembilan ratus tahun.”
Kedua belas: Shalat enam puluh rakaat selama bulan Rajab; setiap malam dua rakaat, setiap rakaat setelah Fatihah membaca Surat Al-Kafirun (3 kali) dan Surat Al-Ikhlash (sekali). Sesudah salam membaca doa berikut sambil mengangkat tangan:
لا اِلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيي وَيُميتُ، وَهُوَ حَيٌّ لا يَمُوتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيْيء قَديرٌ، وَاِلَيْهِ الْمَصيرُ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظيمِ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد النَّبِيِّ الاُْمِّيِّ وَآلِهِ.
Lâilaha illallâhu wahdahu lâ syarîkalah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyî wa yumît, wa Huwa hayyun lâ yamût, biyadihil khayr wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr, wa ilayhil mashîr, walâ hawla wala quwwata illâ billahil `aliyyil `azhîm. Allahumma shalli `alâ Muhammadin an-nabiyyil ummi wa âlihi.
Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan dan pujian. Dialah Yang Menghidupkan dan mematikan. Dia Yang Hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, kepada-Nya kembali segalanya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Tinggi dan Maha Agung. Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi dan keluarganya.
Diriwayatkan dari Nabi saw  bahwa orang yang melakukan amalan tersebut Allah mengijabah doanya dan memberinya enam puluh pahala haji dan umrah.
Ketiga belas: Rasulullah saw bersabda: “orang yang membaca Surat Al-Ikhlash (100 kali) dalam shalat sunnah dua rakaat di malam bulan Rajab, nilainya sama dengan berpuasa seratus tahun di jalan Allah, dan memberinya seratus istana di surga, setiap istana bertetangga dengan para Nabi (as).”
Keempat belas: Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca setiap hari dan malam di bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan Surat Al-Fatihah, ayat Kursi, Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing (3 kali), kemudian membaca masing-masing (3 kali):
سُبْحانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلا اِلهَ إلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، وَلا حَوْلَ وَلا قُوَّةَ إِلاّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظيمِ
Subhânallâhi wal-hamdulillâhi, wa lâilâha illallâh wallâhu akbar, walâ hawla walâ quwwata illâ billâhil `aliyyil `azhîm.
Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan kecuali Allah, Allah  Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung
اَللّـهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِ مُحَمَّد
Allâhumma shalli `alâ Muhammadin waâli Muhammad
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
اَللّـهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤمِنينَ وَالْمُؤمِناتِ
Allâhummaghfir lil-mu’minîna wal-mu’minât
Ya Allah, ampuni kaum mukminin dan mukminat
Kemudian membaca istighfar berikut (400 kali):
اَسْتَغْفِرُ اللهَ وَاَتُوبُ اِلَيْهِ
Astaghfirullâha wa atûbu ilayh
Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya,
maka Allah swt akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya walaupun sebanyak tetesan hujan, daun-daun pepohonan, dan buih di lautan.”
(Mafâtihul Jinan, bulan Rajab)
Doa-Doa di Bulan Rajab yang bersifat umum
Doa Pertama
Doa Hajat dunia dan akhirat, dibaca di malam hari atau siang hari selama di bulan Rajab.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
يَا مَنْ يَمْلِكُ حَوَائِجَ السَّائِلِينَ، ويَعْلَمُ ضَمِيرَ الصَّامِتِينَ، لِكُلِّ مَسْأَلَةٍ مِنْكَ سَمْعٌ حَاضِرٌ وَجَوَابٌ عَتِيدٌ، اَللَّهُمَّ وَ مَوْعِيدُكَ الصَّادِقَةُ، واَيْدِيكَ الْفَاضِلَةُ، ورَحْمَتُكَ اْلوَاسِعَةُ، فَأَسْألُكَ اَنْ تٌصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ واَنْ تَقْضِيَ حَوَائِجِي لِلدُّنْيَا وَاْلاَخِرَةِ، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْيءٍ قَدِيرٌ.
Yâ may yamliku hawâijas sâilîn, wa ya`lamu dhamâirash shâmitîn. Likulli  mas-alatin minka samî`un hâdhirun wa jawâbun `atîd. Allahumma wa maw`idukash shaâdiqah, wa aydîkal fâdhilah, wa rahmatukal wâsi`ah. Fa-as-aluka an tushalliya ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wa an taqdhî hawâijî liddun-ya wal âkhirah. Innaka `alâ kulli syay-in qadîr.
Wahai Yang Memiliki hajat-hajat orang-orang yang bermohon, dan Mengetahui keinginan orang-orang yang diam. Semua permohonan kepada-Mu didengar dan hadir, sedangkan jawabannya telah disiapkan. Ya Allah, janji-Mu benar, tangan-Mu utama, dan rahmat-Mu luas. Aku bermohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan tunaikan hajat-hajatku di dunia dan akhirat, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Kedua
Doa untuk memohon petunjuk dan kesungguhan, dibaca di malam hari atau siang hari selama di bulan Rajab.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
خَابَ اْلوَافِدُونَ عَلَى غَيْرِكَ، وَخَسِرَ المُتَعَرِّضُونَ إِلاّ لَكَ، وَضاعَ المُلِمُّونَ إِلاّ بِكَ، وَاَجْدَبَ الْمُنْتَجِعُونَ إِلاّ مَنِ انْتَجَعَ فَضْلَكَ، بابُكَ مَفْتُوحٌ لِلرّاغِبينَ، وَخَيْرُكَ مَبْذُولٌ لِلطّالِبينَ وَفَضْلُكَ مُباحٌ لِلسّائِلينَ، وَنَيْلُكَ مُتاحٌ لِلامِلينَ، وَرِزْقُكَ مَبْسُوطٌ لِمَنْ عَصاكَ، وَحِلْمُكَ مُعْتَرِضٌ لِمَنْ ناواكَ، عادَتُكَ الاِْحْسانُ اِلَى الْمُسيئينَ، وَسَبيلُكَ الاِبْقاءُ عَلَى الْمُعْتَدينَ، ُاَللّـهُمَّ فَاهْدِني هُدَى الْمُهْتَدينَ، وَارْزُقْني اجْتِهادَ الُْمجْتَهِدينَ، وَلا تَجْعَلْني مِنَ الْغافِلينَ الْمُبْعَدينَ، واغْفِرْ لي يَوْمَ الدّينِ
Khâbal wâfidûna `alâ ghayrika, wa khasiral muta`arridhûna illâ laka, wa dhâ`al mulimmûna illâ bika, wa ajdabal muntaji`ûna illâ manintaja`a fadhlaka, bâbuka maftûhun lirrâghibîna, wa khayruka mabdzûlun liththâlibîna, wa fadhluka mubâhun lissâilîna, wa nayluka mutâhun lil-âmilîna, wa rizquka mabsûthun liman ‘ashâka, wa hîlmuka mu’taridhun liman nâwâka, ‘adatukal ihsânu ilal musîîna, wa sabilukal ibqâu ‘alal mu’tadîna. Allâhumma fahdinî hudal muhtadûna, warzuqni ijtihâdal mujtahidîna, walâ taj’alnî minal ghâfilînal mub’adîna, waghfirlî yawmaddin.
Sia-sialah orang-orang yang datang kepada selain-Mu,
Rugilah orang-orang yang menghadap kecuali kepada-Mu,
Rugilah orang-orang yang berkunjung kecuali kepada-Mu,
Keringlah orang-orang yang mencari taman kecuali di taman  karunia-Mu.
Pintu-Mu terbuka bagi orang-orang yang menyimpan harapan,
Kebaikan-Mu tercurahkan pada orang-orang mencari,
Karunia-Mu terbuka bagi orang-orang yang bermohon,
Anugerah-Mu terbuka bagi orang-orang yang menginginkan,
Rizki-Mu terhampar luas bagi orang yang bermaksiat pada-Mu,
Santun-Mu terbuka bagi yang berharap pada-Mu,
Kebiasaan-Mu baik terhadap orang-orang yang berbuat keburukan,
Jalan-Mu tetap terjaga terhadap orang-orang yang membangkang.
Ya Allah, bimbinglah aku seperti bimbingan orang-orang yang memperoleh hidayah, karuniakan padaku kesungguhan orang-orang yang bersungguh-sungguh,
jangan jadikan aku tergolong pada orang-orang yang lalai dan menjauhkan diri dari-Mu, dan ampuni aku pada hari kiamat.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Ketiga
Doa memohon kesabaran dalam bersyukur, keyakinan dalam ibadah, dibaca di malam hari atau siang hari selama di bulan Rajab.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللّهُمَّ اِنّي اَساَلُكَ صَبْرَ الشّاكِرينَ لَكَ، وَعَمَلَ الْخائِفينَ مِنْك، وَيَقينَ الْعابِدينَ لَكَ، اَللّهُمَّ اَنْتَ الْعَلِيُّ الْعَظيمُ، وَاَنَا عَبْدُكَ الْبائِسُ الْفَقيرُ، اَنْتَ الْغَنِيُّ الْحَميدُ، وَاَنَا الْعَبْدُ الذَّليل، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ وَاْمْنُنْ بِغِناكَ عَلى فَقْري، وَبِحِلْمِكَ عَلى جَهْلي، وَبِقُوَّتِكَ عَلى ضَعْفي، يا قَوِيُّ يا عَزيزُ، اَللّهُمَّ صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ الاْوصياءِ الْمَرْضِيِّينَ، وَاكْفِني ما اَهَمَّني مِنْ اَمْرِ الدُّنْيا وَالاخِرَةِ يا اَرْحَمَ الرّاحِمينَ
Allâhumma innî as-aluka shabrasy syâkirîn laka, wa ‘amalal khâifina minka, wa yaqînal ‘abidîna laka. Allâhumma Antal ‘Aliyyul ‘Azhîmu, wa ana ‘abdukal bâisul faqîr. Antal ghaniyyul Hamîd, wa anal ‘abdudz dzalîl. Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi wamnun bighinâka ‘alâ faqrî, wa bihilmika ‘alâ jahlî, wa biquwwatika ‘alâ dha’fi, yâ Qawiyyu yâ ‘Azîzu. Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihil awshiyâil mardhiyyîna, wakfinî ma ahammanî min amrid dun-yâ wal-âkhirah yâ Arhamar râhimîn.
Ya Allah, aku memohon kesabaran orang-orang yang bersyukur pada-Mu,
amal orang-orang takut pada-Mu,
keyakinan orang-orang yang beribadah pada-Mu.
Ya Allah, Engkau Maha Mulia dan Maha Agung,
sedangkan aku adalah hamba-Mu yang sengsara dan fakir.
Engkau Maha kaya dan Maha Terpuji, sedangkan aku adalah hamba-Mu yang hina.
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya,
karunikan kekayaan-Mu pada kefakiranku, santun-Mu pada kejahilanku, kekuatan-Mu pada kelemahanku wahai Yang Maha Kuat dan Maha Mulia.
Ya Allah, sampaikan kepada Muhammad dan keluarganya para washi yang diridhai,
cukupi apa yang kuinginkan dalam urusan dunia dan akhirat wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Keempat
Doa untuk memohon karunia dan kebahagiaan, keselamatan dan kebahagiaan saat sakratul maut dan di alam kubur. Dibaca di malam hari atau siang hari selama di bulan Rajab.
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللَّهُمَّ يَا ذَا الْمِنَنِ السَّابِغَةِ، وَاْلآلاَءِ الْوَازِعَةِ، والرَّحْمَةِ الْوَاسِعَةِ، وَالْقُدْرَةِ الْجَامِعَةِ، وَالنِّعَمِ الْجَسِيْمَةِ، وَالْمَوَاهِبِ الْعَظِيمَةِ، وَاْلاَيَادِي الْجَمِيلَةِ، وَالْعَطَايَا الْجَزِيلَةِ.
Allâhumma yâ Dzal minanis sâbighah, wal-âlail wâzi’ah, war-rahmatil wâsi’ah, wal-qudratil jâmi’ah, wan-ni’amil jasîmah, wal-mawâhibil ‘azhîmah, wal-âyâdil jamîlah, wal-‘athâyal jazîlah.
Ya Allah, wahai Pemilik karunia yang sempurna, nikmat yang melimpah, rahmat yang luas, kekuasan yang meliputi, nikmat-nikmat yang besar, karunia-karunia yang agung, anugerah-anugerah yang indah dan pemberian yang melimpah.
يَا مَنْ لاَ يُنْعَتُ بِتَمْثِيلِ، وَلاَ يُمَثَّلُ بِنَظِيْرٍ، وَلاَ يُغْلَبُ بِظَهِيْرٍ، يَا مَنْ خَلَقَ فَرَزَقَ وَأَلْهَمَ فَاَنْطَقَ، وَابْتَدَعَ فَشَرَعَ، وَعَلاَ فَارْتَفَعَ، وَقَدَّرَ فَاَحْسَنَ، وَصَوَّرَ فَاَتْقَنَ، وَاحْتَجَّ فَاَبْلَغَ، وَاَنْعَمَ فَاَسْبَغَ، وَاَعْطَى فَاَجْزَلَ، وَمَنَحَ فَاَفْضَلَ،
Yâ Man lâ yun’atu bitamtsîlin, walâ yumatstsilu binazhîrin, walâ yughlabu bizhahîrin. Yâ Man khalaqa farazaqa wa alhama fa-anthaqa, wabtada’a fasyara’a, wa ‘alâ fartafa’a, wa qaddara fa-ahsana, wa shawwara fa-atqana, wahtajja fa-ablagha, wa an’ama fa-asbagha, wa a’thâ fa-ajzala, wa manaha fa-afdhala.
Wahai Yang tidak disifati dengan tamsil, yang tidak ditamsil dengan perumpamaan, yang tidak dikalahkan dengan yang nampak. Wahai Yang Menciptakan lalu memberi rizki, Mengilhamkan lalu mengungkapkan, Menciptakan lalu menetapkan syariat-Nya, Memuliakan lalu menjadi mulia, Mentakdirkan lalu menjadikan baik, Menggambarkan lalu mengokohkan, Memberi hujjah lalu menguatkan, Memberi nikmat lalu menyempurnakan, Memberi lalu mencurahkan, Mencurahkan lalu mengutamakan.
يَا مَنْ سَمَا فِي الْعِزِّ فَفَاتَ نَوَاظِرَ اْلاَبْصَارِ، وَدَنَا فِي الُّلطْفِ فَجَازَ هَوَاجِسَ اْلاَفْكَارِ، يَا مَنْ تَوَحَّدَ باِلْمُلْكِ فَلاَ نِدَّ لَهُ فِي مَلَكُوتِ سُلْطَانِهِ، وَتفَرَّدَ بِاْلآلاَءِ وَالْكِبْرِيَاءِ فَلاَ ضِدَّ لَهُ فِي جَبَرُوتِ شَأْنِهِ، يَا مَنْ حَارَتْ فِي كِبْرِيَاءِ هَيْبَتِهِ دَقَائِقُ لَطَائِفِ اْلاَوْهَامِ، وَانْحَسَرَتْ دُونَ اِدْرَاكِ عَظَمَتِهِ خَطَائِفُ اَبْصَارِ اْلاَنَامِ، يَا مَنْ عَنَتِ الْوُجُوهُ لِهَيْبَتِهِ، وَخَضَعَتِ الرِّقَابُ لِعَظَمَتِهِ، وَوجِلَتِ الْقُلُوبُ مِنْ خِيفَتِهِ،
Yâ Man sama fil ‘izzi fafata nawâzhiral abshâr, wa danâ fil luthfi fajâza hawâjisal afkâr. Yâ Man tawahhada bil-mulki falâ nidda lahu fî malakûti sulthânihi, wa tafarrada bil-âlâi wal-kibriyâi falâ dhidda lahu fî jabarûti sya’nihi. Yâ Man hârat fî kibriyâi haybatihi daqâiqu lathâifil awhâm, wanhasarat dûna idrâki ‘azhamatihi khthâifu abshâril anâm. Yâ Man ‘anatil wujûhu lihaybatihi, wa khadha’atir riqâbu li’azhamatihi, wa jilatil qulûbu min khîfatihi.
Wahai Yang Tinggi keagungan-Nya sehingga melampaui pandangan batin, Yang Rendah kelembutan-Nya sehingga melampaui lintasan pikiran. Wahai Yang Diesakan kerajaan-Nya sehingga tak ada satupun tandingan dalam kerajaan kekuasaan-Nya, Yang Ditunggalkan nikmat-nikmat dan kebesaran-Nya sehingga tak ada tandingan dalam keagungan keadaan-Nya. Wahai Yang pada keagungan kebesaran-Nya tertegunn semua kelembutan dugaan, dan binginglah semua pandangan manusia yang tak mengenal keagungan-Nya. Wahai Yang bermaksud semua wujud pada kebesaran-Nya, yang tunduk semua kuduk pada keagungan-Nya, dan bergetar semua hati karena takut pada-Nya.
اَساَلُكَ بِهذِهِ الْمِدْحَةِ الَّتِي لاَ تَنْبَغي إِلاَّ لَكَ، وَبِمَا وَأَيْتَ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ لِدَاعِيكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، وَبِمَا ضَمِنْتَ اْلاِجَابَةَ فِيهِ عَلَى نَفْسِكَ لِلدَّاعِينَ، يَا اَسْمَعَ السّامِعِينَ، وَابْصَرَ النَّاظِرِينَ، وَاَسْرَعَ الْحَاسِبِينَ، يَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَـتِينُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيّينَ، وَعَلى اَهْلِ بَيْتِهِ، وَاقْسِمْ لِي فِي شَهْرِنَا هَذَا خَيْرَ مَا قَسَمْتَ، وَاحْتِمْ لِي فِي قَضَائِكَ خَيْرَ مَا حَتَمْتَ، وَاخْتِمْ لِي بِالسَّعَادَةِ فِيمَنْ خَتَمْتَ، وَاحْيِنِي مَا اَحْيَيْتَنِي مَوْفُوراً، وَاَمِتْنِي مَسْرُوراً وَمَغْفُوراً، وَتوَلَّ اَنْتَ نَجَاتِي مِنْ مُسَاءَلَةِ الْبَرْزَخِ، وَادْرَأْ عَنِّي مُنْكَراً وَنَكِيْراً، وَاَرِ عَيْنِي مُبَشِّراً وَبَشِيْراً، وَاجْعَلْ لِي اِلَى رِضْوَانِكَ وَجِنَانِكَ مَصِيْراً، وَعَيْشاً قَرِيراً، وَمُلْكاً كَبِيْراً، وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ كَثِيْراً .
As-aluka bihâdzihil mihnatil latî lâ tanbaghî illâ bika, wa bimâ wa ayta bihi ‘alâ nafsika lidâ’îka minalmu’minîna, wa bimâ dhamintal ijâbata fîhi ‘alâ nafsika liddâ’îna. Yâ Asma’as sami’îna, wa absharan nâzhirîna, wa Asra’al hâsibîna. Yâ Dzal quuwatil matîn, shalli ‘alâ Muhammadin khâtamin nabiyyîn, wa ‘alâ ahli bayitihi, waqsimlî fî syahrinâ hâdzâ khayra mâ qasamta, wahtimlî fî qadhâika khayra mâ hatamta, wakhtimlî bis-sa’âdati fîman khatamta, wahyinî mâ ahyaytanî mawfûrâ, wa amitnî masrûrâ wa maghfûrâ, wa tawalla Anta najâtî min mas-alatil barzakh, wadra’ ‘annî munkaran wa nakîrâ, wa ari ‘aynî mubasysyiraw wa basyîrâ, waj’allî ilâ ridhwânika wa jinânika mashîrâ, wa ‘aysyan qarîrâ, shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi katsîrâ.
Aku memohon pada-Mu dengan semua pujian ini,  pujian yang tak layak menyandangnya kecuali Engkau, dengan segala yang Kau janjikan atas diri-Mu pada orang-orang mukmin yang memohon pada-Mu, dan dengan segala yang Kau jaminkan ijabah atas diri-Mu untuk orang-orang yang berdoa pada-Mu. Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar, Yang Maha Melihat dari semua yang melihat, Yang Maha Cepat dari semua yang menghitung, wahai Yang Memiliki kekuatan yang kokoh, sampaikan shalawat kepada Muhammad penutup para Nabi dan keluarganya, karunian padaku di bulan ini bagian yang terbaik dari apa yang telah Kau bagikan, akhiri bagiku dalam ketatapan-Mu yang terbaik dari apa yang telah Kau akhiri, tutuplah semua amalku dengan kebahagiaan seperti orang yang akhiri amalnya dengan kebahagiaan, hidupkan aku dengan penuh kecukupan selama Kauhidupkan aku, matikan aku dengan kebahagiaan dan pengampunan, palingkan aku pada-Mu sebagai penyelamatku dari pertanyaan di alam Barzakh, tolaklah dariku malaikat Munkar dan Nakir, perlihatkan padaku semua yang menyenangkan dan membahagiakan, dan jadikan bagiku ridha-Mu dan surga-Mu sebagai tempat kembali, kehidupan yang damai dan kerajaan yang besar, dan sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya shalawat yang melimpah.
اَساَلُكَ بِهذِهِ الْمِدْحَةِ الَّتِي لاَ تَنْبَغي إِلاَّ لَكَ، وَبِمَا وَأَيْتَ بِهِ عَلَى نَفْسِكَ لِدَاعِيكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ، وَبِمَا ضَمِنْتَ اْلاِجَابَةَ فِيهِ عَلَى نَفْسِكَ لِلدَّاعِينَ، يَا اَسْمَعَ السّامِعِينَ، وَابْصَرَ النَّاظِرِينَ، وَاَسْرَعَ الْحَاسِبِينَ، يَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَـتِينُ، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ خَاتَمِ النَّبِيّينَ، وَعَلى اَهْلِ بَيْتِهِ، وَاقْسِمْ لِي فِي شَهْرِنَا هَذَا خَيْرَ مَا قَسَمْتَ، وَاحْتِمْ لِي فِي قَضَائِكَ خَيْرَ مَا حَتَمْتَ، وَاخْتِمْ لِي بِالسَّعَادَةِ فِيمَنْ خَتَمْتَ، وَاحْيِنِي مَا اَحْيَيْتَنِي مَوْفُوراً، وَاَمِتْنِي مَسْرُوراً وَمَغْفُوراً، وَتوَلَّ اَنْتَ نَجَاتِي مِنْ مُسَاءَلَةِ الْبَرْزَخِ، وَادْرَأْ عَنِّي مُنْكَراً وَنَكِيْراً، وَاَرِ عَيْنِي مُبَشِّراً وَبَشِيْراً، وَاجْعَلْ لِي اِلَى رِضْوَانِكَ وَجِنَانِكَ مَصِيْراً، وَعَيْشاً قَرِيراً، وَمُلْكاً كَبِيْراً، وَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ كَثِيْراً .
As-aluka bihâdzihil mihnatil latî lâ tanbaghî illâ bika, wa bimâ wa ayta bihi ‘alâ nafsika lidâ’îka minalmu’minîna, wa bimâ dhamintal ijâbata fîhi ‘alâ nafsika liddâ’îna. Yâ Asma’as sami’îna, wa absharan nâzhirîna, wa Asra’al hâsibîna. Yâ Dzal quuwatil matîn, shalli ‘alâ Muhammadin khâtamin nabiyyîn, wa ‘alâ ahli bayitihi, waqsimlî fî syahrinâ hâdzâ khayra mâ qasamta, wahtimlî fî qadhâika khayra mâ hatamta, wakhtimlî bis-sa’âdati fîman khatamta, wahyinî mâ ahyaytanî mawfûrâ, wa amitnî masrûrâ wa maghfûrâ, wa tawalla Anta najâtî min mas-alatil barzakh, wadra’ ‘annî munkaran wa nakîrâ, wa ari ‘aynî mubasysyiraw wa basyîrâ, waj’allî ilâ ridhwânika wa jinânika mashîrâ, wa ‘aysyan qarîrâ, shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi katsîrâ.
Aku memohon pada-Mu dengan semua pujian ini,  pujian yang tak layak menyandangnya kecuali Engkau, dengan segala yang Kau janjikan atas diri-Mu pada orang-orang mukmin yang memohon pada-Mu, dan dengan segala yang Kau jaminkan ijabah atas diri-Mu untuk orang-orang yang berdoa pada-Mu. Wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar, Yang Maha Melihat dari semua yang melihat, Yang Maha Cepat dari semua yang menghitung, wahai Yang Memiliki kekuatan yang kokoh, sampaikan shalawat kepada Muhammad penutup para Nabi dan keluarganya, karunian padaku di bulan ini bagian yang terbaik dari apa yang telah Kau bagikan, akhiri bagiku dalam ketatapan-Mu yang terbaik dari apa yang telah Kau akhiri, tutuplah semua amalku dengan kebahagiaan seperti orang yang akhiri amalnya dengan kebahagiaan, hidupkan aku dengan penuh kecukupan selama Kauhidupkan aku, matikan aku dengan kebahagiaan dan pengampunan, palingkan aku pada-Mu sebagai penyelamatku dari pertanyaan di alam Barzakh, tolaklah dariku malaikat Munkar dan Nakir, perlihatkan padaku semua yang menyenangkan dan membahagiakan, dan jadikan bagiku ridha-Mu dan surga-Mu sebagai tempat kembali, kehidupan yang damai dan kerajaan yang besar, dan sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya shalawat yang melimpah.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Kelima
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللّهُمَّ اِنّي اَساَلُكَ بِمَعاني جَميعِ ما يَدْعُوكَ بِهِ وُلاةُ اَمْرِكَ، الْمَاْمُونُونَ عَلى سِرِّكَ، الْمُسْتَبْشِرُونَ بِاَمْرِكَ، الْواصِفُونَ لِقُدْرَتِكَ الْمُعلِنُونَ لِعَظَمَتِكَ، اَساَلُكَ بِما نَطَقَ فيهِمْ مِنْ مَشِيَّتِكَ، فَجَعَلْتَهُمْ مَعادِنَ لِكَلِماتِكَ، وَاَرْكاناً لِتَوْحيدِكَ، وَآياتِكَ وَمَقاماتِكَ الَّتي لا تَعْطيلَ لَها في كُلِّ مَكان.
Allâhumma innî as-aluka bima’ânî jamî’i mâ yad’ûka bihi wulâtu amrika, al-ma’mûnûna ‘alâ sirrika,al-mustabsyirûna biamrika,al-wâshifûna liqudratikal mu’linûna li’azhamatika. As-aluka bimâ nathaqa fîhim min masyîyyatika, wa ja’altahum ma’âdina likalimâtika, wa arkânan litawhîdika, wa âyâtika ma maqâmatikal latî lâ ta’thîla lahâ fî kulli makânin.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu semua  yang dimohon oleh para kekasih-Mu, yaitu orang-orang yang Kau percayakan rahasia-Mu, yang Kau bahagiakan dengan perintah-Mu, yang Kau sifati dengan kekuasaan-Mu,  yang Kau tampakkan dengan keagungan-Mu. Aku memohon pada-Mu dengan apa yang Kau bicarakan pada mereka dengan kehendak-Mu lalu Kau jadikan mereka keagungan kalimat-kalimat-Mu, tonggak-tonggak tauhid-Mu, ayat-ayat-Mu dan maqam-maqam-Mu yang Kau manifestasikan di setiap tempat.
يَعْرِفُكَ بِها مَنْ عَرَفَكَ، لا فَرْقَ بَيْنَكَ وَبَيْنَها إِلاّ اَنَّهُمْ عِبادُكَ وَخَلْقُكَ، فَتْقُها وَرَتْقُها بِيَدِكَ، بَدْؤُها مِنْكَ وَعَوْدُها اِلَيكَ اَعْضادٌ واَشْهادٌ ومُناةٌ واَذْوادٌ وَحَفَظَةٌ وَرُوّادٌ، فَبِهمْ مَلاْتَ سَمائكَ وَاَرْضَكَ حَتّى ظَهَرَ اَنْ لا اِلهَ إلاّ اَنْتَ، فَبِذلِكَ اَساَلُكَ، وَبِمَواقِعِ الْعِزِّ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَبِمَقاماتِكَ وَعَلاماتِكَ اَنْ تُصَلِّيَ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ، واَنْ تَزيدَني إيماناً وَتَثْبيتاً،
Ya’rifuka bihâ man ‘arafaka, lâ farqa baynaka wa baynahâ illâ annahum ‘ibâduka wa khalquka, fatquhâ wa ratquha biyadika, bad-uha minka wa ‘awduhâ ilayka a’dhâdun wa asyhâdun wa munâtun wa adzwâdun wa hafazhatun wa ruwwadun, fabihim mala’ta samâaka wa ardhaka hattâ zhahara allâ ilâha illâ Anta. Fabidzâlika as-aluka, wa bimawâqi’il ‘izzi mir rahmatika, wa bimaqâmâtika wa ‘alâmâtika an tushalliya ‘alâ Muhammadin wa âlihi, wa tazîdanî îmânan wa tatsbîtan.
Dengannya mengenal orang yang mengenal-Mu, hampir-hampir tak ada perbedaan antara Engkau dan mereka kecuali mereka adalah hamba-Mu dan makhluk-Mu. Kelemahan dan kekuatan mereka ada di tangan-Mu. Permulaan mereka dari-Mu dan kembali mereka kepada-Mu. Mereka adalah penolong-Mu, kesyaksian-Mu, hararapan-Mu, pertahanan-Mu, pemeliharaan-Mu dan kepercayaan-Mu. Karena mereka Kau penuhi langit dan bumi sehingga nampaklah kalimat tauhid Lailaha illa Anta. Dengan semua itu, dengan kejadian-kejadian yang mulia dari rahmat, maqam-maqam-Mu dan tanda-tanda kekuasaan-Mu aku memohon pada-Mu sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan tambahkan padaku keimanan dan ketetapan hati.
يا باطِناً في ظُهُورِهِ وَظاهراً في بُطُونِهِ وَمَكْنُونِهِ، يا مُفَرِّقاً بَيْنَ النُّورِ وَالدَّيْجُورِ، يا مَوْصُوفاً بِغَيْرِ كُنْه، وَمَعْرُوفاً بِغَيْرِ شِبْه، حادَّ، كُلِّ مَحْدُود، وَشاهِدَ كُلِّ مَشْهُود، وَمُوجِدَ كُلِّ مَوْجُود، وَمُحْصِيَ كُلِّ مَعْدُود، وَفاقِدَ كُلِّ مَفْقُود، لَيْسَ دُونَكَ مِنْ مَعْبُود، اَهْلَ الْكِبْرِياءِ وَالْجُودِ، يا مَنْ لا يُكَيَّفُ بِكَيْف، وَلا يُؤَيَّنُ بِاَيْن، يا مُحْتَجِباً عَنْ كُلِّ عَيْن، يا دَيْمُومُ يا قَيُّومُ وَعالِمَ كُلِّ مَعْلُوم، صَلِّ عَلى مُحَمَّد وَآلِهِ، وَعَلى عِبادِكَ الْمُنْتَجَبينَ، وَبَشَرِكَ الُْمحْتَجِبينَ، وَمَلائِكَتِكَ الْمُقَرَّبينَ، وَالْبُهْمِ الصّافّينَ الْحافّينَ، وَبارِكَ لَنا في شَهْرِنا هذَا الْمُرَجَّبِ الْمُكَرَّم وَما بَعْدَهُ مِنَ الاَْشْهُرِ الْحُرُمِ، وَاَسْبِغْ عَلَيْنا فيهِ النِّعَمَ، وَاَجْزِلْ لَنا فيهِ الْقِسَمَ، وَاَبْرِزْ لَنا فيهِ الْقَسَمَ بِاسْمِكَ الاَْعْظَمِ الاَْجَلِّ الاَْكْرَمِ الَّذي وَضَعْتَهُ عَليَ النَّهارِ فَاَضاءَ، وَعَلى اللَّيْلِ فَاَظْلَمَ، وَاْغفِرْ لَنا ما تَعْلَمُ مِنّا وَما لا نَعْلَمُ، وَاعْصِمْنا مِنَ الذُّنُوبِ خَيْرَ الْعِصَمِ، وَاكْفِنا كَوافِيَ قَدَرِكَ، واْمنُنْ عَلْيْنا بِحُسْنِ نَظَرِكَ، وَلا تَكِلْنا اِلى غَيْرِكَ، وَلا تَمْنَعْنا مِنْ خَيْركَ وَبارِكْ لَنا فيما كَتَبْتَهُ لَنا مِنْ اَعْمارِنا، واَصْلحْ لنا خَبيئَةَ اَسْررِنا، واَعْطِنا مِنْكَ الاَْمانَ، وَاْستَعْمِلْنا بِحُسْنِ الاِْيْمانِ وَبَلِّغْنا شَهْرَ الصِّيامِ وَما بَعْدَهُ مِنَ الاَْيّامِ وَالاَْعْوامِ يا ذَا الْجَلالِ والاِكْرامِ .
Yâ Bâthinan fî zhuhûrihi wa Zhâhiran fî buthûnihi wa maknûnihi. Yâ Mufarriqan baynan nûri wad-dayjûr, yâ Mawshûfan bighayri kunhi wa ma’rûfan bighayri syibhin, hâda kulli mahdûd, wa syâhida kulli masyhûd, wa mawjida kulli mawjûd, wa muhshiya kulli ma’dûd, wa fâqida kulli mafqûd, laysa dûnaka min ma’dûd, ahlal kibriyâi wal jûd. Yâ Man lâ yukayyafu bikayfin, walâ yuayyanu biaynin. Yâ Muhtajiban min kulli ‘aynin, yâ Daymûmu yâ Qayyûmu wa ‘Alima kulli ma’lûm, shalli ‘ala Muhammadin wa âli Muhammad wa ‘alâ ‘ibâdikal muntajabîn, wa basyarikal muhtajibîn, wa malâikatikal muqarrabîn, wal buhmish shâfînal hâffîn, wa bârik lanâ fî syahrina hâdzâl murajjabbil mukarram, wamâ ba’dahu minal asyhuril hurum, wa asbigh ‘alaynâ fîhin ni’ama, wa ajzil lanâ fîhil qisama, wa abriz lanâ fîhil qasami bismikal a’zhamil ajallil akram alladzî wadha’tahu ‘alan nahâri fa-adhâa, wa ‘alal layli fa-azhlama, waghfir lanâ mâ ta’lamu minnâ wamâ lâ na’lamu, wa’shimnâ minadz dzunûbi khayral ‘ishami, wakfinâ kawâfiya qadarika, wamnun ‘alaynâ bihusni nazharika, walâ takilnâ ilâ ghayrika, walâ tamna’nâ min khyrika, wa bârik lanâ fima katabtahu lanâ min a’mârinâ, wa ashlih lanâ khabitsata asrârinâ, wa a’thinâ minkal amân, wasta’milnâ bihusnil îmâni, wa ballighnâ syahrash shiyâmi wa mâ ba’dahu minal ayyâmi wal a’wâmi yâ Dzal jalâli wal-ikrâm.
Wahai Yang Yang Tidak Nampak dalam zhahir-Nya, wahai Yang Nampak dalam  batin-Nya dan ketersembunyian-Nya, wahai Yang Membedakan antara cahaya dan kegelapan, wahai Yang Disifati dengan yang bukan hakikat-Nya dan Dikenal tanpa penyerupaan, wahai Yang Membatasi semua yang terbatas, wahai Yang Menyaksikan semua yang disaksikan, wahai Yang Mewujudkan semua yang ada, Yang Menghitung semua yang terhitung, Yang Meniadakan semua yang ditiadakan. Tidak ada yang layak disembah selain-Mu, Engkaulah yang layak menyandang kebesaran dan kedermawanan, wahai Yang Tak Dapat Ditanyakan dengan bagaimana dan dimana, wahai Yang Tertutupi dari semua mata, wahai Yang Kekal, Yang Mengawasi dan Maha Mengetahui semua yang diketahui, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, dan semua hamba-Mu dan makhluk-Mu yang pilihan, dan semua malaikat muqarrabin, berkahi kami di bulan Rajab yang mulia ini dan bulan-bulan mulia sesudahnya, curahkan kepada kami kenikmatan di dalamnya, limpahkan kepada kami bagian di alamny, dan tampakan kepada kami bagian itu di dalamnya dengan nama-Mu yang agung dan mulia yang Kau letakkan pada siang lalu ia menyinari, pada malam lalu ia menggelapi, ampuni dosa-dosa kami yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui, pelihara kami dari dosa-dosa dengan sebaik-baik penjagaan, cukupi kami seperti kesempurnaan takdir-Mu, anugerahkan pada kami kebaikan pandangan pada-Mu, dan jangan serahkan kami kepada selain-Mu, jangan halangi kami dari kebaikan-Mu, berkahi kami dalam kemakmuran yang telah Kau tetapkan bagi kami, perbaiki kami keburukan yang kami rahasiakan, jagalah  kami dengan keamanan dari-Mu, berilah kekuatan pada kami untuk beramal dengan kebaikan iman, dan sampaikan kami pada bulan Ramadhan dan hari-hari serta tahun-tahun sesudahnya wahai Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Keenam
Doa tawasul dengan dua Imam yang dilahirkan di bulan Rajab
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
اَللّهُمَّ اِنّي اَساَلُكَ بِالْمَوْلُودَيْنِ في رَجَب مُحَمَّد بْنِ عَليٍّ الثاني وَابْنِهِ عَلِيِّ بْنِ مُحَمَّد الْمُنْتَجَبِ، وَاَتَقَرَّبُ بِهِما اِلَيْكَ خَيْرَ الْقُرْبِ، يا مَنْ اِلَيْهِ الْمَعْرُوفُ طُلِبَ، وَفيـما لَدَيْهِ رُغِبَ، اَساَلُكَ سُؤالَ مُقْتَرِف مُذْنِب قَدْ اَوْبَقَتْهُ ذُنُوبُهُ، وَاَوْثَقَتْهُ عُيُوبُهُ، فَطالَ عَلَى الْخَطايا دُؤُوبُهُ، وَمِنَ الرَّزايا خُطُوبُهُ، يَسْأَلُكَ التَّوْبَةَ وَحُسْنَ الاَْوْبَةِ والنُّزْوعَ عَنِ الْحَوْبَةِ، وَمِنَ النّارِ فَكاكَ رَقَبَتِهِ، وَالْعَفْوَ عَمّا في رِبْقَتِهِ، فَاَنْتَ مَوْلايَ اَعْظَمُ اَمَلِهِ وَثِقَتِهِ، اَللّهُمَّ واَساَلُكَ بِمَسائِلِكَ الشَّريفَةِ، وَوَسائِلَك الْمُنيفَةِ اَنْ تَتَغَمَّدَني في هذَا الشَّهْرِ بِرَحْمَة مِنْكَ واسِعَة، وَنِعْمَة وازِعَة، وَنَفْس بِما رَزَقْتَها قانِعَة، اِلى نُزُولِ الحافِرَةِ وَمَحلِّ الاْخِرَةِ وَما هِيَ اِلَيْهِ صائِرَةٌ .
Allâhumma innî as-aluka bil-mawlûdayni fî Rajab Muhammadibni ‘Aliyyin ast-tsâni wabnihi ‘Aliyyibni Muhammad al-munjabi, wa ataqarrabu bihimâ ilayka khayral qurbi. Yâ Man ilayhil ma’rûfi thulib, wa fîmâ ladayhi rughib, as-aluka suâla mu’tarifin mudznibin qad abqathu dzunûbuhu, wa awtaqathu ‘uyûbuhu, fathâla ‘alâl khthâyâ duûbuhu, wa minar razâyâ khuthûbuhu, yas-alukat tawbah wa husnul awbah wan nuzû’a ‘anil hawbah, wa minan nâri fakâka raqabatihi, wal ‘afwa ‘ammâ fî ribqatihi, fa Anta Mawlâya a’zhamu amalihi wa tsiqatihi. Allâhumma wa as-aluka bimasâilikasy syarîfah, wa wasâilakal munîfah, an tataghammadanî fi hâdzasy syahri birahmatim minka wâsi’ah, wa ni’matin wâzi’ah, wa nafsin bimâ razaqtahâ qâni’ah, ilâ nuzûlil hâfirah wa mahallil âkhirah wa mâ hiya ilayhi shâirah.
Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan dua manusia suci yang dilahirkan di bulan Rajab, Imam Muhammad Al-Jawad dan Ali An-Naqi, dengan mereka aku mendekatkan diri pada-Mu dengan sebaik-baik taqarrub, wahai Yang kepada-Nya apa yang dikenal diharapkan dan apa yang ada  di sisi-Nya diinginkan, aku bermohon pada-Mu permohonan pedosa yang dibinasakan oleh dosa-dosanya, yang dibelenggu oleh aib-aibnya sehingga dalam waktu yang lama ia berada dalam gelimangan dosa dan musibah yang berbahaya. Aku memohon pada-Mu taubat dan kebaikan kembali pada-Mu dan terlempas dari belenggu dosa, keselamatan dari api neraka, dan pengampunan dosa. Duhai Junjunganku Engkaulah  harapan dan kepercayaan yang paling besar bagi  pedosa. Ya Allah, aku memohon pada-Mu permohonan yang mulia dan wasilah-wasilah-Mu yang benar, tenggelamkan aku di bulan ini dengan rahmat-Mu yang luas dan nikmat yang melimpah, serta jiwa yang qana`ah terhadap apa yang telah Kau berikan sampai aku kembali ke alam kubur dan ke tempat kembaliku di akhirat.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Ketujuh
Doa Ziarah di bulan Rajab
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
الْحَمْدُ للهِ الَّذي اَشْهَدَنا مَشْهَدَ اَوْلِيائِهِ في رَجَب، وَاَوْجَبَ عَلَيْنا مِنْ حَقِّهِمْ ما قَدْ وَجَبَ، وَصَلَّى اللهُ عَلى مُحَمَّد الْمُنْتَجَبِ، وَعَلى اَوْصِيائِهِ الْحُجُبِ. اَللّهُمَّ فَكَما اَشْهَدْتَنا مَشْهَدَهُمْ فَاَنْجِزْ لَنا مَوْعِدَهُمْ، وَاَوْرِدْنا مَوْرِدَهُمْ، غَيْرَ مُحَلَّئينَ عَنْ وِرْد في دارِ الْمُقامَةِ والْخُلْدِ،
Alhamdulillâhil ladzî asyhadanâ masyhada awliyâihi fî rajab, wa awjaba `alaynâ min haqqihim mâ qad wajaba,  wa shallâhu ‘alâ Muhammadin al-muntajabi, wa ‘alâ awshiyâihi al-hujubi. Allâhumma innî fakamâ asyhadnâ masyhadahum fa-anjiz lanâ maw`adahum, wa awridnâ mawridahum, ghayra muhallaîna `ana wirdi fî dâril muqâmati wal-khuldi.
Segala puji bagi Allah yang menyaksikan kami di kuburan suci para kekasih-Nya di bulan Rajab, yang dengan mereka mewajibkan pada kami  apa yang telah diwajibkan, semoga shalawat tercurahkan kepada Muhammad pilihan Allah dan para washinya. Ya Allah, sebagaimana yang telah Kau saksikan kami di kuburan suci  mereka, sampaikan kami pada tempat yang telah dijanjikan kepada mereka, kembalikan kami ke tempat kembali mereka di kediaman yang abadi.
وَالسَّلامُ عَلَيْكُمْ اِنّي قَصَدْتُكُمْ وَاعْتَمَدْتُكُمْ بِمَسْأَلَتي وَحاجَتي وَهِيَ فَكاكُ رَقَبَتي مِنَ النّارِ، وَالْمَقَرُّ مَعَكُمْ في دارِ الْقَرارِ مَعَ شيعَتِكُمُ الاَْبْرارِ، وَالسَّلامُ عَلَيْكُمْ بِما صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدّارِ، اَنَا سائِلُكُمْ وَآمِلُكُمْ فيما اِلَيْكُمُ التَّفْويضُ وَعَلَيْكُمْ التَّعْويضُ، فَبِكُمْ يُجْبَرُ الْمَهيضُ وَيُشْفَى الْمَريضُ، وَما تَزْدادُ الاَْرْحامُ وَما تَغيضُ، اِنّي بِسِرِّكُمْ مُؤْمِنٌ، وَلِقَوْلِكُمْ مُسَلِّمٌ، وَعَلَى اللهِ بِكُمْ مُقْسِمٌ في رَجْعي بِحَوائِجي وَقَضائِها وَاِمْضائِها وَاِنْجاحِها وَاِبْراحِها، وَبِشُؤوني لَدَيْكُمْ وَصَلاحِها،
Wassalâlamu`alaikum innî washadtukum, wa`tamadtukum bimas-alatî wa hâjatî wa hiya fakâku raqabatî minan nâri, wal-muqarru ma`akum fî dâril qarâri ma`a syî`atikum al-abrâr. Wassalâmu`aikum bimâ shabartum fani`ma `uqbad dâr, ana sâilikum wa âmilikum fîmâ ilaykumut tafwîdh wa `alaikum, fabikum yujbarul mahîdhu wa yusyfâl marîdh, wa mâ tazdâdul arhâmu wa mâ taghîdhu, innî bisirrikum mu’min wa liqawlikum musallimun, wa `alallâhi bikum muqsimun fi raj`î bihawâijî wa qadhâihâ wa imdhâihâ wa injâihâ wa ibrâhihâ, wa bisyuûnî ladaykum wa shalâhihâ.
Salam atasmu, aku sengaja datang kepadamu dengan suatu permohonan dan keperluan  yaitu keselamatan dari api neraka dan tinggal bersamamu di tempat yang abadi bersama semua pengikutmu yang baik. Salam atasmu, dengan kesabaranmu engkau memperoleh tempat yang terbaik. Aku adalah orang mengharap dan menginginkan apa yang diserahkan kepadamu dan  dibagikan padamu, sehingga denganmu orang yang hancur hatinya terobati dan yang sakit disembuhkan,  yang banyak keluarganya diberi kecukupan, dan yang berkekurangan dicukupi. Aku mempercayai kerahasianmu, menerima semua perkataanm. Setelah aku pulang,  denganmu aku mengharap kepada Allah bagian  dalam mencapai hajatku, ketentuan dan keselamatan serta  kepastian dalam  memperolehnya, dan semua urusanku dan kemaslahatannya yang kutitipkan di sisimu.
وَالسَّلامُ عَلَيْكُمْ سَلامَ مُوَدِّع، وَلَكُمْ حَوائِجَهُ مُودِعٌ يَسْأَلُ اللهَ اِلَيْكُمْ الْمَرْجِعَ وَسَعْيُهُ اِلَيْكُمْ غَيْرُ مُنْقَطِع، وَاَنْ يَرْجِعَني مِنْ حَضْرَتِكُمْ خَيْرَ مَرْجِع اِلى جَناب مُمْرِع، وَخَفْضِ مُوَسَّع، وَدَعَة وَمَهَل اِلى حينِ الاَْجَلِ، وَخَيْرِ مَصير وَمَحلٍّ، في النَّعيمِ الاَْزَلِ، وَالْعَيْشِ الْمُقْتَبَلِ وَدَوامِ الاُْكُلِ، وَشُرْبِ الرَّحيقِ وَالسَّلْسَلِ، وَعَلٍّ وَنَهَل، لا سَأمَ مِنْهُ وَلا مَلَلَ، وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ وَتَحِيّاتُهُ عَلَيْكُمْ حَتّيَ الْعَوْدِ اِلى حَضْرَتِكُمْ، والْفَوزِ في كَرَّتِكُمْ، وَالْحَشْرِ في زُمْرَتِكُمْ، وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاتُهُ عَلَيْكُمْ وَصَلَواتُهُ وَتَحِيّاتُهُ، وَهُوَ حَسْبُنا وَنِعْمَ الْوَكيلُ .
Wassalâmu`alaikum salâma muwaddi`in, walakum hawâijahu muwadi`un yas-alullâha ilaykumul marji`a was a`yahu ilaykum ghayru munqathi`, wa ay yarji`anî min hadhratikum khayra marji`in ilâ janâbi mumri`in, wa khafdhi muwassi`in, wad a`atin wa mahalin ilâ hînil ajali, wa khayri mashîrin wa mahallin fin na`îmil azall wal-`aysyil muqtabal wa dawâmil ukul wa syurbir rahîqi was-salsali, wa `allin wa nahalin lâ sa-ama walâ malal, wa rahmatullâhi wa barakatuhu wa tahiyyatuhu `alaykum hattal `awdi ilâ hadhratikum, wal-fawzi fi karratikum, wal-hasyri fî zumratikum, wa rahmatullâhi wa barakatuhu `alaykum wa shalawâtuhu wa tahiyyâtuhu, wa Huwa hasbunâ wa ni`mal wakîl.
Salam atasmu salam orang yang menyampaikan perpisahan,
yang menitipkan semua hajatnya kepadamu untuk dimohonkan kepada Allah,
yang kepadamu ia akan kembali lagi,
yang berusaha dengan sungguh-sungguh datang kepadamu tanpa putus-asa,
semoga Allah mengembalikan aku dari sisimu ke tempat kembali yang terbaik,
dimudahkan dan diluaskan rizkinya, dilembutkan dan dihaluskan hatinya sampai ajalku datang,
memperoleh tempat kembali yang terbaik dengan nikmat-nikmat yang abadi, kehidupan yang abadi, makanan dan minuman yang jernih dan  segar, yang tidak membosankan.
Semoga rahmat Allah, keberkahan dan kedamaian-Nya senantiasa tercurahkan padamu sampai aku kembali ke sisimu,
memperoleh keberuntungan  di tempat kembalimu, dan berhimpun di golonganmu.
Semoga rahmat Allah, keberkahan, shalawat dan kedamaian-Nya senantiasa tercurahkan padamu.  Cukuplah Allah sebagai Pelindung kami dan Penolong yang terbaik.
(Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab)
Doa Kedelapan
Doa ini sangat dianjurkan dibaca sesudah shalat-shalat fardhu selama bulan Rajab:
بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد
يا مَنْ اَرْجُوهُ لِكُلِّ خَيْر، وَآمَنَ سَخَطَهُ عِنْدَ كُلِّ شَرٍّ، يا مَنْ يُعْطِي الْكَثيرَ بِالْقَليلِ، يا مَنْ يُعْطي مَنْ سَأَلَهُ يا مَنْ يُعْطي مَنْ لَمْ يَسْأَلْهُ وَمَنْ لَمْ يَعْرِفْهُ تَحَنُّناً مِنْهُ وَرَحْمَةً، اَعْطِني بِمَسْأَلَتي اِيّاكَ جَميعَ خَيْرِ الدُّنْيا وَجَميعَ خَيْرِ الاْخِرَةِ، وَاصْرِفْ عَنّي بِمَسْأَلَتي اِيّاكَ جَميعَ شَرِّ الدُّنْيا وَشَرِّ الاْخِرَةِ، فَاِنَّهُ غَيْرُ مَنْقُوص ما اَعْطَيْتَ، وَزِدْني مِنْ فَضْلِكَ يا كَريمُ.
Yâ Man arjûhu likulli khayrin, wa âmana sakhathahu ‘inda kulli syarrin, yâ May yu’thil katsîr bil qalîl, yâ May yu’thî man sa-alahu, yâ May yu’thî mallam yas-alhu wa mallam ya’rifhu tahannunan minhu wa rahmatan. A’thinî bimas-alatî iyyâka jamî’a khayrid dun-yâ wa jamî’a khayral âkhirag, washrif ‘annî bimas-alati iyyâka jamî’a syarrid dun- syarrid dun-yâ wa syarral âkhirah, fainnahu ghayru manqûshin mâ a’thayta, wa zidnî min fadhlika yâ Karîm.
Wahai Yang kuharapkan dalam semua kebaikan,
Yang Menyelamatkan aku  dari murka-Nya dalam semua keburukan
Wahai Yang Memberi karunia yang banyak dengan  amalku yang sedikit,
Wahai Yang Memberi orang yang bermohon pada-Nya,
Wahai Yang Memberi orang yang belum memohon pada-Nya
dan belum mengenal rahmat dan kasih sayang-Nya
Karuniakan padaku apa yang kumohon  pada-Mu
sehingga aku memperoleh semua kebaikan dunia dan akhirat,
Jauhkan dariku semua keburukan dunia dan akhirat,
Sesungguhnya tak akan mengurangi karunia-Mu apa yang telah  Kau berikan,
tambahkan karunia-Mu padaku wahai Yang Maha Mulia.
Amalan dan doa2 tersebut dikutip dari kitab Mafatihul Jinan, bab2, tetang bulan Rajab.

Sumber bacaan : disini


0 komentar:

Poskan Komentar